Pernah bingung saat melihat tulisan arabika dan robusta di kemasan biji? Perbedaan kopi arabika dan robusta ternyata cukup besar, mulai dari rasa, kadar kafein, sampai cara tanamnya. Dengan memahaminya, kamu bisa memilih biji yang paling pas dengan seleramu.

Rasa dan Aroma

Arabika dikenal punya rasa lebih kompleks. Ada keasaman yang segar, seperti buah atau bunga, dengan body yang lebih ringan. Aromanya cenderung manis dan harum, sehingga banyak dipakai untuk manual brew seperti V60.

Robusta lebih tegas dan pahit. Rasanya sering dijelaskan sebagai cokelat gelap, kacang, atau tanah, dengan body tebal dan aftertaste panjang. Karena karakternya kuat, robusta cocok untuk kopi susu dan campuran espresso yang butuh crema tebal.

Kadar Kafein

Robusta mengandung kafein hampir dua kali lipat dibanding arabika. Itulah salah satu alasan rasanya lebih pahit, sebab kafein sendiri memberi sensasi pahit. Kalau kamu sensitif terhadap kafein, arabika biasanya lebih bersahabat bagi lambung dan jantung.

Tempat Tumbuh dan Harga

Arabika tumbuh di dataran tinggi, sekitar 800 sampai 2.000 meter di atas permukaan laut, dan lebih rentan terhadap hama serta cuaca. Hasil panennya lebih sedikit, sehingga harganya cenderung lebih mahal.

Robusta lebih tahan banting dan tumbuh di dataran lebih rendah. Panennya melimpah dan harganya lebih terjangkau, makanya robusta banyak dipakai untuk kopi sachet maupun kopi tubruk harian.

Cara Memilih Sesuai Selera

  • Suka kopi segar dengan sedikit asam buah: pilih arabika, seduh dengan V60 atau Japanese iced.
  • Suka kopi pekat, pahit, dan mantap: pilih robusta atau blend yang ada robustanya.
  • Ingin kopi susu yang kuat tapi tetap harum: coba blend arabika dan robusta dengan perbandingan seimbang.
  • Ingin kopi dengan kafein lebih rendah: arabika single origin adalah pilihan aman.

Bukan Soal Mana yang Lebih Baik

Banyak orang mengira arabika selalu lebih bagus. Padahal kualitas ditentukan juga oleh ketinggian kebun, pemetikan, proses pascapanen, dan sangrai. Robusta yang diproses dengan baik bisa terasa sangat nikmat, sementara arabika yang kurang teliti prosesnya justru terasa hambar.

Di Teras Seduh, americano kami memakai blend arabika dengan sedikit robusta supaya tetap pekat namun tidak terlalu tajam. Sementara untuk manual brew kami memakai arabika single origin dari Jawa Timur.

Pengaruh Tingkat Sangrai

Selain jenis biji, tingkat sangrai ikut mengubah rasa. Sangrai light mempertahankan keasaman dan aroma bunga atau buah, sedangkan sangrai dark menghadirkan rasa pahit, cokelat pekat, dan sedikit gosong yang disukai penikmat kopi tubruk. Arabika yang disangrai gelap akan terasa mirip robusta, sementara robusta yang disangrai medium bisa terasa lebih manis daripada yang kamu bayangkan.

Tips Mencoba Keduanya

Cara paling mudah memahami perbedaannya adalah mencicipi berdampingan. Pesan satu cangkir arabika seduh manual dan satu gelas kopi susu berbasis robusta, lalu perhatikan mana yang terasa lebih segar dan mana yang lebih tebal. Catat kesanmu, karena selera kopi biasanya berkembang seiring waktu.

Masih ragu memilih? Tanyakan saja ke barista kami lewat WhatsApp, ceritakan selera dan alat seduhmu di rumah, lalu kami rekomendasikan biji 200 g yang cocok.